Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Halaman

Jumat, 06 Maret 2009

HIDUP KEKAL DAN BAHAGIA

Umur manusia secara kehidupan fsik_biologisi begitu sangat cepat dan singkat. Hanya dalam hitungan puluhan tahun saja jatah bagi mereka. Sangat minim sekali seorang manusia yang menyudahi kehidupan hinga ratusan tahun. Namun mayoritas mereka bahkan mungkin kita sendiri bermimpi untuk hidup seratus bahkan ribuan tahun. Jika dilihat dari jatah dan sejarah kehidupan manusia untuk ukuran manusia di zaman kita sekarang ini adalah hal mustahil. Lalu apa sih sebenarnya makna filosofis dari mimpi-mimpi kehidupan ribuan tahun tersebut ?

Sengaja saya memulai bahasan refleksi ini dari pertanyaan sederhana dan deksripsi singkat realita yang bisa saya baca dari kehidupan yang riil. Sejatinya refleksi sederhana ini bukanlah hal yang baru bagi kalangan akademisi, namun tidak salah jika saya memulainya lagi melihat dari dimensi sisi subyektif pengalaman pribadi. Karena saya yakin pengalaman subyektif masing-masing individu mempunyai keunikan tersendiri yang layak untuk diunggah sebagai sebuah wacana untuk dibicarakan bersama guna menemukan kebenaran-kebenaran yang nantinya bisa ditularkan pada masyarakat umum. Inilah hal yang mendasar yang mendorong diri saya untuk menggugah makna dari impian manusia untuk hidup ribuan tahun lagi.

Ketika wacana hidup ribuan tahun ini disajikan maka otak kita secara reflek akan memilih sisi filosofis sebagai bentuk konkret dari kehidupan yang dimaksudkan. Artinya kehidupan yang dimaksudkan bukanlah gerak fisik seperti, makan, minum, jalan-jalan atau berbagai hal yang menyangkut prilaku fisik, tapi yang dimaksudkan adalah nilai dari seorang manusia itu sendiri yang akan tetap hidup hingga ribuan tahun. Inilah sisi kehidupan yang langgeng yang terwarisi hingga ke anak cucu kita atau mungkin jika nilai kemanusiaan kita merupakan hal spektakuler bisa saja hingga bumi ini kiamat kita akan tetap hidup.

Mari kita sedikit melihat sejarah orang-orang terdahulu kita. Begitu sangat banyak para individu yang mampu memberikan konstribusinya pada kehidupan riil, walau badannya sudah berkalang tanah ratusan tahun yang silam. Kalau boleh saya korelasikan pada kehidupan kita menjelang pesta demokrasi yang akan kita laksanakan (PEMILU 40 hari lagi dari tulisan ini ditulis), beberapa partai sengaja mengkampanyekan partainya lewat nilai-nilai individu seorang tokoh yang wafat puluhan tahun yang lalu. Realita ini menyajikan kalau seorang manusia sebagai makhluk-Nya yang paling sempurna mempunyai kemampuan untuk hidup melebihi batas-batas waktu yang diberikan pada makhluk-Nya yang lain. Bahkan konstribusi dari seorang individu yang mempunyai kapasitas nilai yang tinggi dapat memberikan segalanya bagi kehidupan riil walau hayatnya secara fisik sudah termakan bumi. Contoh-contoh yang lain bisa kita cari sendiri pada beberapa kasus lain yang sesuai denga konteks dimana kita hidup.

Sebagai muslim tentunya Nabi Besar Muhammad SAW tetap menjadi orang nomor satu yang mempunyai kapasitas nilai kemanusiaan yang tinggi tak tertandingi oleh siapapun hingga akhir masa. Kehadiran nilai kemanusiaan beliau sebagai seorang manusia yang menyuguhkan Uswah Hasanah bagi umatnya menjadikan beliau kekal abadi sekekal ajaran yang beliau bawa. Lalu kita sebagai bagian dari umatnya setidaknya mampu meniru beliau walau untuk menandinginya adalah hal yang mustahil, tapi paling tidak kita mampu menjadi individu yang dibanggakan dan dirasakan nilai kamanusiaan kita oleh keluarga dekat kita sendiri di hari dimana kita telah meninggalkan dunia ini.
Hidup kekal dan dikenang oleh orang setelah kita memang menjadi target dari masing-masing kita. Namun perlu didingat agar kenangan yang turun pada orang-orang setelah kita adalah nilai-nilai kebaikan. Sehingga kita sebagai sosok yang dikenang tidak hanya sebatas dikenang tapi juga membuat kita tersenyum di alam kubur sana. Artinya keberadaan kita di alam kubur kelak akan berlinang dengan madu dan kebahagiaan karena peninggalan kebaikan kita bagi orang-orang yang kita tinggalkan. Hidup kekal dan bahagia inilah gambaran dari rencana jangka panjang kita sebelum kita benar-benar meninggalakan dunia fana ini.

Tidak mudah mewujudkan mimpi indah tersebut, butuh perjuangan yang berat yang sering kali membuat kita terseok-seok menanggung cobaan dan derita. Disitulah pertarungan baru digelar untuk mewujudkan mimpi indah berlinang madu tersebut. Sebagian ada yang mampu melewati pertarungan gigih itu dengan sempurna sehingga hasilnya cukup memuaskan, namun tidak sedikit yang kemudian harus terhunus buaian nafsu, akhirnya bukanlah dikenang ketiadaannya tapi malah mungkin disyukuri oleh halayak ramai. Naudzubilahi min dzalik....

Ada potongan kata bijak China yang mungkin mempunyai kaitan erat dengan kunci sukses menuju hidup abadi dan bahagia. Pepatah China itu berbunyi " Jika kamu ingin hidup bahagia satu jam maka pergilah memancing. Jika kamu ingin hidup bahagia satu bulan maka cepatlah kawin lagi. Tapi jika kamu ingin hidup bahagia sepanjang masa maka cukuplah kalian mencintai sekelilingmu" Renungkanlah......!!!!!!

0 komentar: